zigbee

pengenalan . . .
ZigBee hadir untuk keperluan yang jauh lebih sederhana dibanding standar nirkabel lain yang sudah lebih dulu digunakan. Yang dikatakan sederhana adalah paket data yang tidak terlalu besar dan dalam jarak yang juga tidak terlalu luas.

Oleh sebab itu, kehadiran ZigBee lebih ditujukan untuk mendukung jaringan yang paling sederhana, yaitu Personal Area Network.

Dalam Personal Area Network sendiri sudah terdapat dua pemain yang terlebih dahulu dikenal. Yang paling lama adalah infrared lalu yang kedua adalah bluetooth.

Untuk teknologi infrared sudah bukan menjadi barang asing, mengingat hampir semua barang elektronik yang menggunakan remote memanfaatkan teknologi ini. Namun sayangnya untuk menggunakan infrared, ada syarat yang cukup mengganggu. Anda harus mengarahkan remote secara berhadapan dengan produk yang akan dikontrol. Kelemahan yang dimiliki oleh teknologi yang memanfaatkan sinar infra merah ini membuat penggunaannya perlahan mulai tergantikan.

Salah satu kandidat yang menggantikan peranan infra merah pada jaringan Personal Area Network ini adalah bluetooth. Berbeda dengan infrared yang memanfaatkan sinar infra merah, bluetooth menggunakan gelombang radio. Sehingga dalam penggunaannya tidak perlu dilakukan secara berhadap-hadapan.

Namun berhubung sampai saat ini bluetooth masih memerlukan biaya yang besar, maka untuk keperluan kontrol perangkat elektronik, infra merah masih nomor satu.

Sedangkan ZigBee sebagai kandidat terakhir mencoba untuk menyempurnakan teknologi yang sudah lebih dulu hadir. Media yang digunakan oleh ZigBee adalah gelombang radio. Sehingga pengoperasiannya sama dengan bluetooth yang tidak perlu berhadap-hadapan. Tetapi di sisi lain, ZigBee tidak memerlukan biaya produksi dan pengoperasian yang besar. Layaknya merangkat dengan infrared, ZigBee pun dijalankan hanya dengan menggunakan baterai AA atau AAA biasa.

Meskipun demikian, bukan berarti ZigBee lebih baik dari bluetooth sebab ternyata ada beberapa segmen aplikasi bluetooth yang tidak mungkin dilakukan oleh ZigBee.

Bagaimana dengan infrared? Untuk keperluan kontrol di masa yang akan datang, ZigBee dapat saja menggantikan infrared.

ZigBee vs Bluetooth
Tadi sempat disinggung bahwa kehadiran ZigBee bukan untuk menggeser bluetooth justru untuk menutupi tempat yang tidak dapat atau lemah dilakukan oleh bluetooth.

Misalnya saja untuk remote, mouse, atau keyboard. Di mana besarnya data yang dikirimkan tidak terlalu besar. Serta penggunaan daya yang diharapkan lebih efisien. Secara keseluruhan, ada beberapa hal yang sangat membedakan antara ZigBee dengan bluetooth.

Data Rate
Yang paling mencolok antara keduanya adalah bobot pengiriman paket data. Jika bluetooth memiliki data rate sebesar 1 Mbps, ZigBee hanya 250 Kbps. Sehingga untuk aplikasi-aplikasi sederhana seperti remote yang sangat kecil, ZigBee lebih efisien. Sedangkan bluetooth yang memiliki kemampuan seperti layaknya 802.11 lebih cocok digunakan untuk keperluan-keperluan yang lebih rumit. Misalnya untuk transfer data audio (sebagai handsfree), gambar multimedia dalam presentasi atau antarponsel, atau
koneksi Internet.

Oleh sebab itu, dari segi data rate saja sudah dapat dilihat bahwa keduanya berperan dalam dua lingkup kerja yang berbeda. ZigBee ditujukan untuk perangkat kontrol dan monitoring. Sedangkan bluetooth lebih sebagai pengganti kabel komunikasi untuk jaringan kecil yang membutuhkan data lebih besar.

Jumlah Nodes
Dalam satu jaringan bluetooth hanya ada 8 node yang dapat terhubung satu master dan 7 slave. Sedangkan pada zigbee ada lebih dari 6500 node yang dapat terhubung. Hanya saja jika pada bluetooth dapat berhubungan dengan jaringan lain (LAN, WAN, Internet) ZigBee tidak demikian halnya.

Latency
Waktu latency yang dimiliki oleh bluetooth dapat mencapai 10 detik. Jauh berbeda dengan ZigBee yang hanya mencapai 30 milidetik. Hal ini semakin membedakan fungsi dari keduanya. Jika ZigBee lebih difokuskan untuk kebutuhan kontrol yang membutuhkan kecepatan lebih baik, maka bluetooth lebih difokuskan pada besarnya data pada Personal Area Network.

Daya Listrik
Dari segi konsumsi daya juga sangat berbeda. ZigBee yang lebih ditujukan untuk kontrol ini menggunakan daya listrik yang sangat kecil. Di samping itu, kemampuan diam yang dimiliki oleh perangkat ZigBee juga menambah penghematan daya listriknya.

Berbeda dengan bluetooth, yang dalam pengoperasiannya membutuhkan daya yang besar apalagi pada perangkat bluetooth tidak dikenal status diam. Oleh sebab itu jika ZigBee dapat dioperasikan dengan baterai AA atau AAA biasa, bluetooth harus dengan baterai rechargeable (contohnya ponsel atau PDA).

1 komentar:

Dawud Tan mengatakan...

permisi pak, ingin tanya pak, saya pernah menyinggung zigbee ditulisan saya berikut: http://datacomlink.blogspot.co.id/2015/11/implementasi-server-websocket-rfc-6455.html
saya mendapatkan rujukan tentang zigbee dari jurnal berikut http://hdl.handle.net/10.1109/ISORC.2008.59 , nah yang ingin saya tanyakan, bagaimana ya pak cara kerja Atmel Atmega128L, TI cc2420, bisa terhubung dengan sensor humidity & temperature, lalu bisa memberi data lewat protokol zigbee? kira-kira saya perlu belajar dari mana? terima kasih pak

Poskan Komentar